Tips memilih warna untuk Infografis

Ketika kita masih anak-anak, kita sering sekali bereksperimen dengan warna dan bahkan tidak sesuai dengan apa yang kita lihat dalam kehidupan nyata. Hasilnya kita membuat, matahari warna hijau, jerapah warna pink atau pohon berwarna kuning. Seperti pada gambar berikut:

warna untuk infografis, infografis, infografis, desain
Gambar anak anak

Tapi setelah bertahun-tahun, kita belajar untuk menyesuaikan apa yang kita lihat di dunia nyata dan mulai menggambar matahari berwarna kuning, jerapah berwarna cokelat dengan bercak coklat dan pohon berwarna hijau.

Ketika kita memulai masuk ke dunia desain infografis, proses pembelajaran yang sama terjadi. Pada awalnya, begitu banyak warna dan pilihan dapat menyebabkan kita menghabiskan berjam-jam mencoba untuk menemukan kombinasi yang tepat – atau hanya mempekerjakan orang lain untuk melakukannya untuk kita. Namun seiring waktu, dan dengan beberapa pengetahuan tentang bagaimana teori warna berlaku untuk infografis, mudah untuk memutuskan warna mana yang paling cocok dan mana yang dibuang. Untuk kita akan mempelajari bagaimana memilih warna untuk infografis?

Bagaimana memilih warna untuk infografis?

Skema Warna

warna untuk infografis, warna, desain, skema warna

Sebelumnya sudah kita bahas di artikel tentang Skema Warna. Silahkan dibaca jika lebih memahami skema warna. Hal pertama yang harus diketahui adalah apa yang disebut warna primer dibatasi oleh respons fisiologis kita terhadap cahaya. Artinya, mata kita memiliki reseptor tertentu (disebut cones) yang membuat kita dapat melihat tiga warna utama: merah, hijau dan biru.

Hewan ada yang memiliki lebih banyak cones, sehingga mereka dapat melihat 4 warna utama. Sebaliknya, ada juga memiliki lebih sedikit cones, hanya dapat melihat dua warna utama. Itulah mengapa kita berbicara tentang warna “psikologis”, karena warna yang kita miliki tidak hadir di dunia nyata, tetapi otak kita yang menafsirkannya berkat reseptor yang kita miliki.

Perbedaan antara Warna Primer dan Warna Sekunder

Warna primer adalah warna yang dilihat mata kita (RGB), dan warna sekunder adalah yang dihasilkan dari campuran ini:

Green + Blue = Cyan

Red + Blue = Magenta

Red + Green = Yellow

Red + Blue + Green = White

warna untuk infografis, warna, desain

Warna sekunder ini diperoleh dengan menambahkan (sintesis aditif) primary dan jika digabung dari ketiga warna akan menghasilkan warna putih. Sedangkan warna sekunder jika digabungkan tiga warna melalui proses lain yang disebut sintesis subtraktif maka akan menghasilkan warna hitam:

Magenta + Kuning = Merah

Cyan + Kuning = Hijau

Cyan + Magenta = Biru

Cyan + Magenta + Kuning = Hitam

Model-Model Tersier dan Model Imposible

Akhirnya, perhatikan bahwa warna tersier diperoleh dari campuran bagian yang sama dari warna primer dan warna sekunder.

warna untuk infografis, warna, desain

Campuran ini memungkinkan perpanjangan rentang warna sehingga kita dapat melihat nuansa antar warna, seperti oranye-kuning atau oranye-merah. Mereka serupa, tetapi tidak sama.

Dari sedikit tiga teori diatas kita sudah sedikit paham bagaimana pembentukan warna. Mulai dari warna primer yang dikenal RGB, warna sekunder dengan CMYK sedangkan warna tersier adalah penggabungan dari RGB dan CMYK. istilah ini sudah tidak asing untuk yang sering bekerja dengan printer atau desain grafis yaitu pemilihan warna dasar yaitu RGB dan CMYK.

Bagaimana membuat skema warna untuk infografis?

warna untuk infografis, warna, desain

Elemen yang mudah diidentifikasi, hal yang pertama dilakukan adalah dengan memilih elemen-elemen yang mudah dikenal atau bisa dikatakan sesuai dengan tema isi pesan infografis.

Skema warna yang konsisten. Kemudian setelah itu menentukan warna dominan yang sesuai tema. intinya kita menentukan warna berdasarkan tema. misalkan kita akan membuat infografis mengenai tentang pertanian tentu kita akan menggunakan warna dominan hijau.

Kombinasi warna sederhana. setelah itu kita menggabungkan atau menyesuaikan dengan warna pendukung warna dominan. jadi disini kita akan menentukan skema warna apakah akan menggunakan monochromatic, triadic, tetradic atau yang lainnya sudah dijelaskan pada artikel tersebut. kombinasi warna ini jangan terlalu banyak kombinasi karena akan malah merusak infografis anda. karena mata kita nanti akan terlalu banyak menggunakan tenaga untuk mengenali semua warna tersebut. Anda harus memilih skema warna yang memudahkan untuk membaca dengan mudah dan secara visual menarik.

Untuk membuat skema ini, Anda harus mempertimbangkan sesuatu yang saya sebutkan di awal artikel ini: audiens target. Anda tidak boleh menggunakan warna merah muda dalam infografis bisnis, atau warna hitam dalam infografis tentang perawatan anak.

Panduan ini akan membantu Anda memilih skema warna:

Infografis profesional tentang layanan. Di dunia bisnis, biru dan abu-abu adalah dua warna yang paling banyak digunakan. Ini adalah aturan tidak tertulis yang tidak harus Anda patuhi, tetapi saya tidak menyarankan warna kekanak-kanakan atau warna pastel yang terlalu lembut. berikut contoh desain infografis dengan tema bisnis.

warna untuk infografis, warna, desain

Infografis tentang produk tertentu. misalkan menjelaskan tentang kopi kita tentu saja kita mengerti bahwa kopi identik dengan warna hitam. nah disini kita menjadikan warna hitam sebagai warna dominan. kemudian diputuskan menggunakan skema warna monochromatic karena supaya lebih ekslusif. setelah menentukan skema warna kita menentukan warna pendukung yaitu gradasi warna dari warna hitam. Hasilnya bisa dilihat pada contoh infografis seperti berikut.

warna untuk infografis, desain, infografis

Bagaimana Memilih Warna untuk Grafik

warna untuk infografis, grafik

Setelah menentukan skema warna. hal yang perlu dilakukan adalah menentukan warna untuk elemen infografis salah satunya yaitu grafik. memilih warna ini harus menyesuaikan dengan skema warna dan tentu saja harus mematuhi perinsip kejelasan. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Jika grafik menunjukkan perkembangan, rekomendasi saya adalah Anda menggunakan gradasi satu warna, sedangkan jika grafik mewakili perbandingan lebih dari dua variabel, warna harus memiliki kontras yang cukup untuk dapat dibedakan pada pandangan pertama.
  • Lebih baik jika grafik batang atau grafik pie berwarna cerah, sedangkan angkanya dapat menggunakan warna netral seperti abu-abu. Ini akan menyoroti proses dan pembaca tidak akan terganggu.
  • Jika Anda ingin menyoroti data tertentu, gunakan warna paling terang dan ukuran yang lebih besar. Sepintas, pembaca langsung akan melihat pesan itu.
  • Terakhir, jika tidak perlu, jangan memasukkan angka pada skala sumbu x dan y. Pembaca hanya akan melihat tren atau kesimpulan yang Anda inginkan sampaikan.

warna untuk infografis, desain, warna

Bagaimana memilih warna untuk teks

Selain grafis, masalah juga muncul ketika memilih warna untuk teks. Meskipun teori warna bekerja paling baik ketika diterapkan pada grafik, teks juga perlu menentukan warna karena akan menentukan kejelasan pesan, ingatlah rekomendasi ini:

Kontras itu penting. Jika teks tidak dapat dibaca dengan mudah, skema warna Anda perlu dimodifikasi. Warna yang terlalu terang mungkin memiliki hasil yang kurang baik ketika dilihat di perangkat yang berbeda. Selalu ingat bahwa Internet diatur oleh sistem warna yang disebut “nilai heksadesimal.” Warna-warna ini adalah bagian dari sistem penomoran yang memungkinkan mereka terlihat sama di semua perangkat. Jangkauan mereka jauh lebih sedikit (216 warna).

warna untuk infografis, warna untuk teks, desain

Teks hitam pada latar belakang putih akan selalu terbaca lebih baik daripada kebalikannya: Ketika teks berwarna putih, latar belakang hitam cenderung memakan ruang putih. Jika ini terjadi, gunakan huruf tebal untuk membuat massa putih lebih besar.

Rekomendasi Akhir

Sebagai kesimpulan, saya ingin merangkum semua yang telah kita ulas dan merebusnya menjadi 9 kiat tentang cara memilih skema warna yang tepat untuk infografis Anda.

1. Jika Anda bukan desainer profesional, pilih skema warna sederhana, seperti warna dasar/dominan kemudian ditambahakn variasi hue dan saturasinya.

2. Warna yang dipilih harus memiliki kontras yang cukup di antara keduanya.

3. Jika Anda tidak ingin meluangkan waktu untuk memilih skema warna Anda sendiri, gunakan alat bantu seperti Coolors, dan adobe Color yang dilengkapi dengan 50 preset warna siap pakai.

4. Teks hitam pada latar belakang putih terbaca lebih baik daripada sebaliknya.

5. Ingat ketika Anda merencanakan infografis tujuannya untuk pembaca.

6. Jangan bertindak tanpa rencana.

7. Jika Anda menggunakan grafik pie atau bar, pilih warna lalu buat gradasi dengan warna yang sama.

8. Untuk grafik komparatif, pilih warna dengan kontras yang cukup.

9. Tidak perlu menjadi desainer untuk menciptakan infografis dengan skema warna yang harmonis. Carilah inspirasi di media sosial atau website.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *